Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh)

Untuk anak-anak laki2ku kelak.... Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh) by Elly Risman Ykbh Dear Parents…Tahukah anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional ? Mengapa demikian ? Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games, PS, Internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak. Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media-media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya ‘rangsangan’ dari berbagai media tersebut, me...

Anakku, Calon Pemimpin Bangsa

  I bu memiliki peran yang sangat penting bagi anak-anaknya, dari dialah kepribadian anak dan masa depan anak terbentuk. Peran penting ini terutama sangat dibutuhkan ketika anak masih berusia emas bagi kehidupan mereka. Sebuah masa pembentukkan sang anak untuk menjadi apa yang orang tuanya inginkan. Walaupun saya belum menikah, bahkan belum memiliki seorang anak. Saya memiliki cita-cita ketika saya memiliki anak nanti, saya ingin menjadikan anak saya sebagai seorang pemimpin bangsa bahkan pemimpin dunia yang disegani. Dari cita-cita saya itu, saya mulai sekarang mencari berbagai ilmu tentang parenting. Sebab saya tahu untuk mewujudkan cita-cita saya itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saya pun belajar menerapkan apa yang saya dapatkan kepada murid-murid sekolah dasar dan keponakan saya, sebelum saya menerapkannya kepada anak-anak saya. Bahkan untuk mewujudkan cita-cita besar saya, saya sama sekali tidak berkeberatan jika saya berperan 100% sebagai ibu ru...