Ruang Digital, Tanggung Jawab Publik, dan Perlindungan Anak Di era media sosial, sebuah pernyataan yang pernah diucapkan bertahun-tahun lalu dapat kembali muncul dan menyebar dalam hitungan jam. Fenomena ini kembali terlihat ketika pengakuan lama dari Mimi Peri dalam percakapannya dengan Nikita Mirzani viral di berbagai platform digital. Percakapan tersebut memicu perdebatan publik karena menyentuh isu sensitif terkait hubungan sosial, kesehatan, dan persepsi masyarakat tentang penyakit menular seperti HIV/AIDS . Viralnya kembali pernyataan lama ini memperlihatkan satu hal yang semakin nyata di zaman digital: ruang publik tidak lagi terbatas pada panggung atau media massa tradisional. Media sosial telah menjadi arena percakapan global yang memungkinkan siapa pun menyampaikan pendapatnya kepada jutaan orang sekaligus. Dalam situasi seperti ini, setiap ucapan—terlebih dari figur publik—memiliki potensi dampak yang jauh lebih luas daripada yang dibayangkan. Masalahnya bukan sek...
SAMARINDA — Di satu sudut Kalimantan Timur, seorang ibu mendorong sepeda motornya pelan-pelan melewati jalan berlubang yang tergenang air. Di sudut lain, pemerintah provinsi bersiap menghadirkan kendaraan dinas baru bagi gubernur: SUV 3.000 cc berteknologi hybrid dengan banderol Rp 8,5 miliar. Kontras itu terasa getir. Polemik bermula ketika rencana pengadaan mobil dinas untuk Gubernur Rudy Mas’ud mencuat ke publik. Di tengah kritik, sang gubernur menjawab dengan kalimat yang kemudian viral: “Masa iya kepala daerahnya mau pakai mobil ala kadarnya? Jangan dong.” Pernyataan itu mungkin dimaksudkan sebagai pembelaan atas kebutuhan representasi dan mobilitas di wilayah yang medannya tidak mudah. Kalimantan Timur memang luas, sebagian jalannya rusak, dan posisinya strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara. Namun bagi warga yang saban hari bergulat dengan jalan berlubang, harga sembako yang naik, dan penghasilan yang tak menentu, kalimat itu terdengar lain: seperti jarak yang mak...