Langsung ke konten utama

SEMANGAT MENIRU UTSMAN BIN AFFAN RA !!^_^

 - Wajah beliau sangat tampan, berperawakan sedang dan gemuk, berdada lebar dan warna kulit sawo matang. Memiliki jenggot dan rambut yang lebat.
Beliau adalah seorang saudagar yang kaya lagi dermawan, banyak berbuat kebaikan, lembut perangainya, penyabar, penyayang, suka menyambung kekerabatan, memiliki sifat pemalu dan rajin melaksanakan puasa serta shalat malam. Beliau termasuk jajaran sahabat yang terdahulu masuk Islam.

Ketika itu para sahabat yang masuk Islam baru mencapai 38 orang. Tatkala diketahui masuk Islam, sang paman yang bernama al-Hakam bin Abil Ash bin Umayyah langsung mengikat tubuh beliau seraya mengatakan, “Apakah engkau membenci agama nenek moyangmu dan lebih memilih agama yang baru? Demi Allah, aku tidak akan memenuhi kebutuhanmu sampai engkau meninggalkan agama tersebut!” Beliau mengatakan, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkannya selama-lamanya!”
Demi melihat teguhnya pendirian beliau, sang paman pun akhirnya meninggalkannya.

(Diantara Jasa dan Prestasi dalam Islam )

1. Menyiapkan bekal untuk pasukan Perang Tabuk.

‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu menginfakkan harta untuk kebutuhan sepertiga pasukan sebanyak 900 unta dan 100 kuda serta uang sebesar 1000 dinar lebih.

Ibnu Ishaq rahimahullah mengatakan, “‘Utsman telah memberikan infak kepada pasukan perang Tabuk dengan infak yang sangat besar yang belum pernah ada seorang pun yang memberikan infak sebesar itu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mempersiapkan bekal untuk pasukan al-‘Usrah (perang Tabuk) maka baginya adalah al-Jannah (surga).” (HR. al-Bukhari no. 2778)

2. Mewakafkan sumur Rumah untuk kaum muslimin.

Ruumah adalah nama sebuah sumur yang cukup terkenal di lembah kota Madinah dan dimiliki oleh seorang Yahudi. Kaum muslimin biasa membeli air dari sumur Yahudi tersebut dengan harga 1 dirham setiap 1 kantong air. Kemudian beliau membelinya dengan harga 20.000 dirham, dan mewakafkannya untuk kaum muslimin.

Dalam perjuangan untuk kepentingan agama Allah dan perjuangan Rasul-Nya, Utsman bin Affan r.a. tidak pernah menghitung-hitung untung rugi. Hampir semua kekayaannya, harta benda dan jiwanya diserahkan untuk kepentingan menegakkan agama Allah. Ia terkenal pula dengan amal perbuatannya, yang dengan uang dari kantong sendiri membeli sumber air jernih "Bir Romah" untuk kepentingan semua kaum muslimin.

Utsman bin Affan r.a. jugalah yang dengan uangnya sendiri membayar harga tanah sekitar masjid Rasul Allah s.a.w., ketika masjid itu sudah terlampau sempit untuk menampung jemaah yang bertambah membeludak. Pada waktu kaum muslimin menghadapi paceklik hebat, pada saat mana Rasul Allah s.a.w. telah mengambil keputusan untuk memberangkatkan pasukan guna menghantam perlawanan Romawi, Utsman bin Affan r.a. lah yang mengeluarkan uang dari koceknya untuk membeli senjata dan perlengkapan perang lainnya. Ia memang seorang hartawan dan hartanya dihabiskan untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.

3. Menyatukan Al-Qur`an dalam satu bacaan

Dalam rangka menyatukan bacaan Al-Qur`an, beliau membentuk panitia kerja yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Dan panitia kerja berhasil menyusun standar salinan Al-Qur`an yang dikenal dengan nama Mushaf ‘Utsmani, untuk kemudian diperbanyak dan dikirim ke berbagai daerah serta memerintahkan untuk menarik semua mushaf yang tidak sesuai dengan Mushaf ‘Utsmani dalam rangka penyatuan bacaan Al-Qur`an.

( Menjabat Khalifah )

Beliau dibai’at sebagai khalifah, 3 hari setelah pemakaman khalifah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Tepatnya pada hari Sabtu bulan Muharam tahun 24 Hijriyah (644 Masehi) dalam usia 70 tahun. Pada masa pemerintahan ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, kaum muslimin dengan pertolongan Allahsubhanahu wa ta’ala berhasil menaklukkan beberapa daerah. Daerah-daerah yang ditaklukkan meliputi daerah Ray (Teheran), Hamadzan, benteng-benteng Romawi, kota Sabur, beberapa daerah di benua Afrika sampai berhasil menembus negeri Andalusia (Spanyol), Asbahan, Khurasan, Sijistan, Naisabur, Thabaristan, Thus, Sarkhas, Maru dan Baihaq.

( Mendapat kabar gembira masuk surga )

Dahulu ada seseorang minta izin untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu:

ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ عَلَى بَلْوَى سَتُصِيْبُهُ

“Izinkan baginya dan berilah kabar gembira dengan surga atas musibah yang akan menimpanya.” (HR. al-Bukhari no. 3695)
Tatkala pintu dibuka, ternyata orang tersebut adalah ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN)

TUGAS TERSTRUKTUR ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN) Disusun Oleh : KELOMPOK 1 Susanto P2FB12017 Regas Febria Yuspita P2FB12004 Rahmat Imanda P2FB12021 Ary Yuliastri P2FB12008 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PURWOKERTO 2012 Etika Administrasi Publik (Definisi, Urgensi, Perkembangan, dan Landasan) Oleh : Kelompok 1 Pendahuluan Etika administrasi publik pertama kali muncul pada masa klasik. Hal ini disebabkan karena teori administrasi publik klasik (Wilson, Weber, Gulick, dan Urwick) kurang memberi tempat pada pilihan moral (etika). Pada teori klasik kebutuhan moral administrator hanyalah merupakan keharusan untuk menjalankan tugas sehari-hari secara efisien. Dengan diskresi yang dimiliki, administrator publik pun tidak hanya harus efisien, tapi juga harus d...

Bagaimana Cara Melembuhkan Hati

Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh. Saudara-saudaraku seakidah : Sesungguhnya kelembutan, kekhusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupakan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan) yang patut mendapatkan maaf dan ampunan-Nya. Menjadi tempat perlindungan yang kokoh dan benteng yang tidak dapat ditembus dari kesesatan dan kemaksiatan. Tidaklah hati yang lembut kepada Allah Azza wa Jalla melainkan pemiliknya (adalah) seorang yang bersegara mengejar segala bentuk kebajikan dan sigap terhadap segala bentuk keta’atan dan keridhaan. Tiada kelembutan dan keluluhan hati kepada Allah Azza wa Jalla melainkan anda akan mendapati pemiliknya sebagai orang yang paling menaruh perhatian penuh terhadap segala bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Tiadalah ia diingatkan melainkan sege...

Sedekah yuks

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah: 245) "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)