Langsung ke konten utama

Andaikan ini ramadhan terakhirku :'(

Andaikan ini ramadhan terakhirku.....Andai engkau tahu ini ramadhan terakhir bagimu,Pastilah engkau bersimpuh untuk selalu mengingat Nama-Nya..Menyanyikan bait cinta kasih dan pujian-pujian untuk-Nya.

Andai engkau tahu ini ramadhan terakhir bagimu,Pastilah engkau selalu mengingat-Nya setiap saat,kau rapikan sholatmu menjadi ala waktiha,tidak seperti selama ini yang hanya fi waktiha atau bahkan terlalu sering engkau lupakan.

Sholatmu pastilah menjadi sangat berkualitas,Khusyu’,tawadhu’ sebagaimana seorang hamba,saat memohon sesuatu kepada Tuannya...Merenungi akan sumpah yang terus saja engkau ingkari
Ingatkah janjimu;“bahwa sholatmu,ibadahmu,hidup dan matimu
hanya engkau serahkan kepada-Nya..?”

Andai engkau tahu ini ramadhan terakhir bagimu,Pastilah rumahmu akan senantiasa engkau hiasi dengan amal sholeh,kau tak akan melepas sedetik pun tanpa melantunkan firman-firman-Nya.

Siang,malam senantiasa mengabdi pada-Nya
Saat siang tiba,kau singkap lebih banyak waktu diantara urusan duniamu untuk menyatakan cintamu kepada-Nya
Saat malam tiba,Qiyamul lail menjadi teman akrab bagimu.

Andai engkau tahu ini ramadhan terakhir bagimu,Pastilah engkau kenang kembali dosa-dosamu.Durhaka kepada ayah bunda karena telah melupakan mereka...Menangis karena tak sempat berziarah,menabur do'a untuk mereka,Air mata membanjir dari matamu Membasahi hatimu yang penuh dosa dan nista..

Andai engkau tahu ini Ramadhan terakhir bagimu,Pastilah engkau akan bercucuran air mata,Mengharap,memohon untuk bertemu ramadhan berikutnya dengan nikmat yang telah engkau rasakan.

“Yaa Allah,sampaikan umurku untuk bisa bertemu dengan ramadhan-Mu tahun ini nanti, juga ramadhan-Mu ditahun-tahun yang akan datang,...Amiin ya Rabbal'alamin..


note
*jika ini ramadhan terakhirku, aku ingin sekali Engkau memberikan kesempatanku untuk bertemu jodohku..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN)

TUGAS TERSTRUKTUR ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN) Disusun Oleh : KELOMPOK 1 Susanto P2FB12017 Regas Febria Yuspita P2FB12004 Rahmat Imanda P2FB12021 Ary Yuliastri P2FB12008 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PURWOKERTO 2012 Etika Administrasi Publik (Definisi, Urgensi, Perkembangan, dan Landasan) Oleh : Kelompok 1 Pendahuluan Etika administrasi publik pertama kali muncul pada masa klasik. Hal ini disebabkan karena teori administrasi publik klasik (Wilson, Weber, Gulick, dan Urwick) kurang memberi tempat pada pilihan moral (etika). Pada teori klasik kebutuhan moral administrator hanyalah merupakan keharusan untuk menjalankan tugas sehari-hari secara efisien. Dengan diskresi yang dimiliki, administrator publik pun tidak hanya harus efisien, tapi juga harus d...

Bagaimana Cara Melembuhkan Hati

Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh. Saudara-saudaraku seakidah : Sesungguhnya kelembutan, kekhusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupakan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan) yang patut mendapatkan maaf dan ampunan-Nya. Menjadi tempat perlindungan yang kokoh dan benteng yang tidak dapat ditembus dari kesesatan dan kemaksiatan. Tidaklah hati yang lembut kepada Allah Azza wa Jalla melainkan pemiliknya (adalah) seorang yang bersegara mengejar segala bentuk kebajikan dan sigap terhadap segala bentuk keta’atan dan keridhaan. Tiada kelembutan dan keluluhan hati kepada Allah Azza wa Jalla melainkan anda akan mendapati pemiliknya sebagai orang yang paling menaruh perhatian penuh terhadap segala bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Tiadalah ia diingatkan melainkan sege...

Sedekah yuks

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah: 245) "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)