Langsung ke konten utama

Aku ingin menjadi istri yang membanggakan

"Aku Ingin Menjadi Istri yang Membanggakan" 

 Aku duduk di depan cermin, memandang diriku sendiri. 

Aku berpikir tentang apa yang aku inginkan menjadi ketika aku menikah nanti. 

Aku ingin menjadi istri yang membanggakan suamiku. 

"Tapi, apa yang membuatmu ingin menjadi istri yang membanggakan?" tanya temanku, Rina. 

 "Aku ingin membuat suamiku bangga dan bahagia," jawabku. 

"Aku ingin menjadi istri yang bertakwa kepada Allah SWT dan mengikuti Sunnah Rasul." 

"Wow, kamu benar-benar ingin menjadi istri yang sempurna!" kata Rina. 

"Tapi, apa yang akan kamu lakukan jika suamimu tidak memahami kamu?" 

"Aku akan terus berusaha untuk menjadi istri yang baik," jawabku. 

"Aku akan selalu berdoa dan berharap bahwa suamiku akan memahami dan menghargai aku."

 "Aku percaya kamu bisa melakukannya," kata Rina. 

"Kamu adalah wanita yang kuat dan beriman."

Aku tersenyum dan merasa lebih percaya diri. Aku berharap aku dapat menjadi istri yang membanggakan suamiku.

"Hari ini, aku ingin berjanji kepada diriku sendiri," kataku kepada Rina.

"Aku akan menjadi istri yang membanggakan suamiku, tidak peduli apa pun yang terjadi."

"Aku akan selalu mendukungmu," kata Rina. "Kamu bisa melakukannya!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Cara Melembuhkan Hati

Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh. Saudara-saudaraku seakidah : Sesungguhnya kelembutan, kekhusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupakan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan) yang patut mendapatkan maaf dan ampunan-Nya. Menjadi tempat perlindungan yang kokoh dan benteng yang tidak dapat ditembus dari kesesatan dan kemaksiatan. Tidaklah hati yang lembut kepada Allah Azza wa Jalla melainkan pemiliknya (adalah) seorang yang bersegara mengejar segala bentuk kebajikan dan sigap terhadap segala bentuk keta’atan dan keridhaan. Tiada kelembutan dan keluluhan hati kepada Allah Azza wa Jalla melainkan anda akan mendapati pemiliknya sebagai orang yang paling menaruh perhatian penuh terhadap segala bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Tiadalah ia diingatkan melainkan sege...

Cara Mendidik Balita Menjadi Anak Yang Sholeh

Memiliki anak sholeh merupakan dambaan setiap keluarga. Di samping sebagai penerus keturunan, kelak anak sholeh juga akan menjadi investasi di masa yang akan datang. Pada usia dini, seorang anak akan lebih mudah untuk menerima perubahan ketimbang ketika ia telah dewasa. Dan pada usia dini itulah, masa pembentukan jati diri, pola pikir dan watak sang an ak sedang berproses. Dalam masa pembentukan itulah, orangtua hendaknya memberikan perannya secara optimal. Orangtua harus mampu memberikan pengaruh positif kepada sang anak. Isilah kepala, hati dan jiwa anak anak yang sedang dalam proses pembentukan tersebut dengan nilai nilai yang baik. Orang tua harus dapat menjadi filter bagi berbagai unsur negatif yang dapat merusaknya. Jangan sampai sang anak justru memperoleh pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Untuk itu, langkah terbaik untuk menjadikan seorang anak menjadi sholeh/sholehah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum terkontaminasi dengan pengaruh-peng...

Sedekah yuks

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah: 245) "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)