Langsung ke konten utama

*WANITA YANG MEMILIH SURGA*


Usianya masih muda. Menurut hitungan kebanyakan kita. Sekitar 22 tahun. Namun ketegaran kata yang menjelma menjadi keputusannya jauh melampaui kedewasaan umurnya. Keteladanan yang dilakoninya, membungkam mulut sejarah para pemuja keindahan fisik. Bahwa tampilan luar bukanlah segalanya. Karena sejatinya, isilah yang menjadi parameter keabadian sejarah dan keagungan hidup.

Maka, ketika disodorkan dihadapannya biodata seorang ikhwan (laki-laki) yang akan datang untuk ta’aruf dan meminang, dengan keikhlasan istikharah, mulutnya berucap ‘IYA! dengan ketegasan. Mungkin kita bisa berkata ‘Ah, kalau masalahnya sekedar itu, apa susahnya sih! Semua orang juga bisa!’. Tapi bagaimana jika ikhwan (laki-laki) yang datang itu umurnya sudah 40-an tahun? Ditambah lagi dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna? Ya, untuk berjalan, ia membutuhkan bantuan tongkat. Sebab kakinya kecil sebelah! Masihkah kita pun akan berkata ‘IYA?’


SubhanaLlah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan wanita tegar nan shalihah. Penerus madrasah generasi shahabiyah terdahulu yang diberkahi Allah SWT. Ketika keluarga yang mengasuhnya sejak kecil meninggikan suara lantaran emosi dunia yang dikangkangi nafsu dengan ucapan ‘Tidak adakah laki-laki normal yang bisa kau dapatkan!’, dengan ketenangan yang mengagumkan, ia hanya berucap ‘saya menikah karena Allah, bukan karena yang lain!’. Ia menerima sang lelaki karena mengetahui akan visi akhiratnya. Yang menyerahkan hati dan cita-citanya semata untuk meraih keridhoan Allah SWT. Maka bagi sang wanita, tidak ada cela untuk menolak pinangan lelaki yang demikian.

Salimul Aqidah (aqidah yang bersih) yang dihamparkannya, mengiringi keyakinannya akan sabda al ma’shum Rasul SAW.
‘Jika datang pinangan seorang lelaki yang baik agamanya, maka terimalah. Sebab jika tidak, maka fitnah besar akan muncul di bumi’.

Sungguh, keputusan tegas yang lahir dari lisanmu, wahai saudariku, mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangannya.
SUBHANALLAH...

sebuah cinta suci yang berakhir demi kesuksesan dakwah islamiyah...

Semoga Allah memberikan pahala kebaikan yg berlipat kepada wanita tersebut.
Aamin Ya Rabbal 'Alamin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN)

TUGAS TERSTRUKTUR ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN) Disusun Oleh : KELOMPOK 1 Susanto P2FB12017 Regas Febria Yuspita P2FB12004 Rahmat Imanda P2FB12021 Ary Yuliastri P2FB12008 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PURWOKERTO 2012 Etika Administrasi Publik (Definisi, Urgensi, Perkembangan, dan Landasan) Oleh : Kelompok 1 Pendahuluan Etika administrasi publik pertama kali muncul pada masa klasik. Hal ini disebabkan karena teori administrasi publik klasik (Wilson, Weber, Gulick, dan Urwick) kurang memberi tempat pada pilihan moral (etika). Pada teori klasik kebutuhan moral administrator hanyalah merupakan keharusan untuk menjalankan tugas sehari-hari secara efisien. Dengan diskresi yang dimiliki, administrator publik pun tidak hanya harus efisien, tapi juga harus d...

Bagaimana Cara Melembuhkan Hati

Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh. Saudara-saudaraku seakidah : Sesungguhnya kelembutan, kekhusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupakan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan) yang patut mendapatkan maaf dan ampunan-Nya. Menjadi tempat perlindungan yang kokoh dan benteng yang tidak dapat ditembus dari kesesatan dan kemaksiatan. Tidaklah hati yang lembut kepada Allah Azza wa Jalla melainkan pemiliknya (adalah) seorang yang bersegara mengejar segala bentuk kebajikan dan sigap terhadap segala bentuk keta’atan dan keridhaan. Tiada kelembutan dan keluluhan hati kepada Allah Azza wa Jalla melainkan anda akan mendapati pemiliknya sebagai orang yang paling menaruh perhatian penuh terhadap segala bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Tiadalah ia diingatkan melainkan sege...

Sedekah yuks

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah: 245) "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)