Langsung ke konten utama

SAAT MUSLIMAH HARUS MAJU LEBIH DAHULU




Islamedia.co - Seorang muslimah, malu-malu bertanya, “Ibu… sekian lama saya memendam rasa, pada seorang ikhwah yang sudah lama saya kenal. Saya sudah mencoba menepisnya dengan berbagai cara, tapi sejauh ini tak bisa. Jika… kemudian saya ingin tahu, apakah dia juga memiliki keiginan yang sama seperti saya, apakah saya salah, Bu?”

“Dimana letak salahnya, dek? Karena cinta adalah anugerah-Nya pada manusia. Bahkan Khadijah pun menyatakan keinginananya lebih dulu pada Muhammad, tentu dengan perantara yang bijaksana.”

“Jadi, ini boleh, Bu?”

“Boleh saja. Yang perlu dijaga adalah caranya, agar berjalan dengan tetap menjaga iffah dan izzah seorang muslimah”

“Emm, saya boleh minta bantuan Ibu, untuk hal ini?”

“Tentu saja, dek. Asalkan, kamu sudah tahu dan siap dengan resikonya.”

“Resiko apa, Bu?”

“Maaf. Resiko jika bertepuk sebelah tangan, tentunya”

“Iya, Ibu. Itu sudah saya pikirkan. Doakan saya, Bu”

“Tentu, dek. Saya selalu mendoakanmu. Kita berdoa, semoga ikhtiar ini berujung indah untukmu, ya dek”

Maka ketahuilah adekku muslimah tangguh, cara yang kau tempuh ini insya Allah sangat ksatria, lebih ksatria dari seorang laki-laki yang berkemampuan untuk menggenapkan separuh diennya tapi selalu diliputi keraguan di hatinya. Andai pun ditolak, tak ada yang berkurang dari iffah-mu dan izzah-mu sebagai muslimah, karena bagaimana pun, kau telah mencoba menyelamatkan hatimu, dan tentunya juga agamamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN)

TUGAS TERSTRUKTUR ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK (DEFINISI, URGENSI, PERKEMBANGAN, DAN LANDASAN) Disusun Oleh : KELOMPOK 1 Susanto P2FB12017 Regas Febria Yuspita P2FB12004 Rahmat Imanda P2FB12021 Ary Yuliastri P2FB12008 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PURWOKERTO 2012 Etika Administrasi Publik (Definisi, Urgensi, Perkembangan, dan Landasan) Oleh : Kelompok 1 Pendahuluan Etika administrasi publik pertama kali muncul pada masa klasik. Hal ini disebabkan karena teori administrasi publik klasik (Wilson, Weber, Gulick, dan Urwick) kurang memberi tempat pada pilihan moral (etika). Pada teori klasik kebutuhan moral administrator hanyalah merupakan keharusan untuk menjalankan tugas sehari-hari secara efisien. Dengan diskresi yang dimiliki, administrator publik pun tidak hanya harus efisien, tapi juga harus d...

Bagaimana Cara Melembuhkan Hati

Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh. Saudara-saudaraku seakidah : Sesungguhnya kelembutan, kekhusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupakan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan) yang patut mendapatkan maaf dan ampunan-Nya. Menjadi tempat perlindungan yang kokoh dan benteng yang tidak dapat ditembus dari kesesatan dan kemaksiatan. Tidaklah hati yang lembut kepada Allah Azza wa Jalla melainkan pemiliknya (adalah) seorang yang bersegara mengejar segala bentuk kebajikan dan sigap terhadap segala bentuk keta’atan dan keridhaan. Tiada kelembutan dan keluluhan hati kepada Allah Azza wa Jalla melainkan anda akan mendapati pemiliknya sebagai orang yang paling menaruh perhatian penuh terhadap segala bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Tiadalah ia diingatkan melainkan sege...

Sedekah yuks

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah: 245) "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)