Sabtu, 23 Juni 2012

Abi, aku sangat merindukanmu :'(

Abi adalah panggilan sayang untuk suamiku kelak.

Dan, saat ini aku belum tahu wujud abi seperti apa. Orang mana, Indonesiakah? Jawakah? Luar jawakah? Sumatrakah? Sulawesikah? Kalimantankah? atau bahkan luar negeri kah?? Aku tidak tahu asalnya darimana Hanya Alloh SWT yang mengetahuinya.

Berapakah usianya, apakah kesibukannya. Aku tidak tahu semuanya.Dan itu tidak masalah untukku. Yang aku tahu dia telah ditunjuk Alloh SWT untuk membimbingku di dunia dan insyaAlloh di akhirat juga ^_^

Catatan ini hanyalah sebuah kerinduan dari hatiku akan datangnya sosok abi.
Ya, kerinduan untuk segera hidup bersamanya.
 ^_^

Abi,
Siapapun engkau, bagaimanapun keadaanmu. InsyaAlloh aku akan menerimamu secara apa adanya. Sebagaimana engkau pun menerimaku apa adanya.

Abi,
Aku akan mencintaimu krna Alloh SWT sebagaimana engkau menyakiniku demikian juga. Akan aku abdikan diriku hanya untuk Alloh SWT dan untukmu.

Tak akan pernah ada laki2 lain selain bapakku, 2 saudara lakiku dan insyaAlloh anak2 kita yg ada di hatiku setelahmu...

Abi,
InsyaAlloh aku akan belajar terus bersabar untuk bertemu dg engkau. Belajar dan selalu belajar. Walaupun kadang, lelah hati ini menunggumu. Lelah hati ini abi. Tapi sekali lagi aku harus bangkit abi. Mungkin memang aku menikah terlalu terlmbat dibandingkan teman2ku. Mungkin semua itu da mksudnya dari Alloh SWT. Yaitu Alloh SWT menyuruhku untuk memperbaiki kualitas diri terlebih dahulu, agar sekiranya aku pantas ketika engkau nikahi.

Ya mungkin Alloh SWT akan mengabulkan doaku yaitu menikah dengan laki2 sholeh di dunia ini...

Abi,

Abi, aku mencintaimu sejak Alloh SWT menuliskan namamu di Lauhul Mahfudz pada bulan ke-4 kehamilan ibu kita masing2.

Abi, aku mencintaimu sebelum kita bertemu secara fisik secara langsung.

Sampe sekarang, aku terus merindukanmu padahal aku belum tahu sesosok dirimu, seperti apakah dirimu?

Tapi sungguh secara fisik itu bukan ukuran keharusan untukku abi.
Karena aku tahu, fisik adalah karunia Illahi yang tidak pernah bisa ditawar.

Selain itu aku juga tidak memiliki kecantikan fisik yg engkau idam2kan, abi. Jadi, aku mohon abi mau menerimaku apa adanya ya. setia bersamaku di dunia dan insyaAlloh sampai akhirat.

Abi,
Aku mencintaimu karena agamamu abi. Ketaqwaan yang kau bawa. Keimanan yang engkau miliki, membuatku jatuh cinta padamu. Jatuh cinta karena Alloh SWT dan untuk Alloh SWT

Abi, 
InsyaAlloh dari hati, pikiran dan perbuatanku pun demikian.
Sebab kesholeh-anmu, agamamu yg bagus aku yakin dapat menjadikanku sebagai wanita sholehah dg akhlak yang mulia.

Sehingga cita2 akhiratku terwujud.

Tahukah abi cita2 akhiratku apa, tak lain adalah menjadi ratu bidadari untuk engkau di surga nanti abi. Jadi, untuk menjadi ratu bidadari beneran, aku membutuhkan sesosok suami seperti engkau abi, laki2 sholeh, laki2 yang selalu menaati dan menjalankan perintah Alloh SWT dan sunnah Rosululloh SAW, menjauhi segala larangan yg diharamkan Alloh SWT, dan menjauhi bid'ah, laki2 yang selalu mencontoh akhlak Rosululloh SAW dan sahabat2nya..

Abi,

Jangan terlalu lama untuk meminangku ya. Sebab usiaku sudah 27 tahun, usia yang hampir terlalu tua untuk menikah. Kenapa abi, aku ingin menikah di usia produktifku. Di usia sehat seorang wanita untuk hamil, dan tidak berisiko tinggi. Usia itu ya sekitar 20 - 30 tahun abi. Abi, pahamilah sebagai seorang wanita ya.

Abi,
Aku tidak meminta harta yang berlimpah, kalopun ada itu alhamdulillah. Kalo tidak, insyaAlloh tidak apa-apa abi. Aku tahu abi, mencari harta (uang) itu sangat susah, dan apalagi ketika uang dikumpulkan terus menerus pun tak kunjung terkumpul-kumpul.

Abi,
Aku juga merasakan betapa sulitnya mencari uang. Jadi jangan ragukan masalah harta ya abi.

Abi,
jangan anggap wanita itu matre abi. Wanita siapapun itu, sebenarnya tak ada yang matre, abi. InsyaAlloh.
 Matre atau tidaknya itu sebenarnya adalah  hanya penilaian dari kaum mu abi.
Penilaian yang menyebabkan abi takut meminang.

Abi,
Untuk menikahiku tidak mahal abi. Aku hanya ingin maharku sangat mudah dan murah.
Mahar itu insyaAlloh tidak bisa ditukar dg apapun, kecuali kebahagiaan yang akan tersungging dari bibir ku.

Aku hanya meminta sebuah surah yang ada di al- Qur'an itu pun surah makiyah. Surah yang hanya terdiri dari 3 ayat. Surah ke 103.  Engkau buatkan kaligrafi atas surah itu, kemudian dibelakangnya ada catatan tentang harapanmu kepadaku, dan harapanku kepadamu.

Aku hanya minta surah itu kalo lantunkan dengan kefasihan bacaanmu, kemudian engkau tauziahkan di depan para keluarga dan sahabat2 kita. Lalu kita menanam pohon jati bersama abi. Terus aku akan memberikan beberapa sedekah untuk pernikahan kita, kita berbagi bersama dg anak2 yatim, janda sbg wujud syukur teramat dalam dari hati.

Aku berharap dg mahar itu, ketika kita sedang bertengkar, aku bisa melihat mahar itu saat aku bersujud kepada Alloh SWT, dan Alloh SWT membantu mencairkan keras dan panasnya ego kita ketika itu.

Abi,
Aku juga tidak ingin walimahan mewah di dalam pernikahan kita. Semua adalah pemborosan abi.
Aku hanya ingin walimahan yang sederhana dan penuh nilai ibadah.

Abi,
Aku tidak ingin uang tabunganmu yang kau kumpulkan bertahun2 dengan jerih payahmu habis dlm waktu sehari.  Aku tidak ingin pernikahan kita hanya menghasilkan kesombongan dan ketidakikhlasan di hati kita, dan para tetamu yg hadir.

Abi, cukuplah dengan tamu dari keluarga besar, sahabat2 dan tetangga2 dekat saja.

Abi,
Aku tidak ingin bapak ibumu kepikiran betapa banyaknya biaya yang habis
Aku juga tidak ingin menambah beban pikiran kedua orang tuaku tentang biaya pernikahan.

Abi, semuanya akan menjadi beban yang berat yang akan mengawali pernikahan kita.

Abi,
Aku ingin menikah, menikah untuk kebahagiaanku, engkau, dan 4 orang tuaku.

 Jadi aku tidak ingin meninggalkan beban apapun kepada mereka ketika aku menikah dan setelah kita menikah.

Harta, Abi aku tidak menginginkan itu. Abi, jangan khawtir ya, aku tidak akan menghina abi. Aku tidak akan melukai hati abi hanya karena harta. hanya karena suatu hari nanti kita berada di titik kesusahan. InsyaAlloh, aku akan belajar menerima seberapapun besarnya harta yang abi berikan kepadaku. Percayalah abi, aku telah memiliki banyak pengalaman dari masa2 aku tidak bekerja, tidak memiliki uang sepeser pun.. Jadi aku tahu perasaan2 yang abi rasakan ketika abi mengalaminya. Abi, aku hanya ingin kita berjuang bersama ya.

Berjuang bersama menjadi orang kaya di dunia sebagaimana yang kita impikan. InsyaAlloh kita bisa abi. Tapi, kita belajar prioritaskan untuk akhirat dulu ya abi, agar dalam mengejar dunia kita senantiasa bersabar dan tak berhenti berikhtiar.

Berjuanglah abi untuk saling mempersiapkan diri ketika kita bertemu. Sehingga ketika waktu tepat itu dtg, hati, jiwa, fisik dan akhlak kita sudah siap untuk berpadu.

Abi, aku selalu berdoa engkau disana sehat wal afiat, selalu dikelilingi org2 yang mencintaimu, sahabat2 yang pengertian, rezeki apapun yang berlimpah, semangat yg tak pernah henti.

Jalinlah persahabatan sebanyak mungkin ya abi, dengan siapapun ramahlah. InsyaAlloh aku tak akan pernah cemburu dengan sahabat2mu. Sebab dari persahabatan kita akan mendapatkan banyak ilmu yg sangat berguna untuk perbaikan kualitas kita abi.


Jangan pernah menangis ato bersedih ya...Kuatlah abi, jangan khawatir jodohmu disini akan selalu menjaga kehormatannya dg pnh tanggung jawab. Sebab aku ingin menjadi wanita beriman yg baik untukmu. InsyaAlloh

Berjuanglah selalu ya, laki2 mulia dan terbaik di hatiku. Lelaki yg akan dengan tulus dan ikhlas memberikan cintanya kepadaku..

Semoga kita benar2 bisa menjadi orang2 sholeh dan sholehah ya abi, sehingga bisa melahirkan generasi yang sholeh dan sholehah..aamiin...

Mari berjuang bersamaku lelaki akhirat duniaku....SEMANGAT ^_^

Lelaki yg sampai seorang blum pernah aku temui, lelaki yang aku tak tahu sekarang ada dimana, darimana, dimana rumahnya, sedang apa, bersama siapa...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar